Akan ke manakah aku dibawanya?
Hingga saat ini menimbulkan tanya
Engkau dan aku menuju ruang hampa
Tak ada sesiapa hanya kita berdua
Kau belah dadaku, mengganti isinya
Dihisap pikiranku, memori terhapus
Terkunci mulutku, menjeritkan pahit...
Hingga kau belah rongga dadaku
Mengganti isinya dengan batu
Hingga kau kunci rapat mulutku
Engkau (dan aku) bumi dan langit
lagu efek rumah kaca yang bertenaga ini sudah diulang terus dalam aplikasi winamp gw. diulang terus. sudah empat jam lagu ini diulang terus dan masih akan berlanjut hingga gw bosan. bosan dalam keadaan kayak gini. kasihan si cholil. pasti tenggorokannya berdarah - darah sebentar lagi. hahaha. tertawa ironis lagi. ya ya ya.
dan janji tidak akan menulis tentang ironi menjadi bias. blur kalau bahasa fotografinya. apalah. dan gw emang sakit lagi. mudah - mudahan ini yang terakhir. tulisan ironi yang terakhir. sakit yang terakhir.
gw sadar. gw yakin. gw yakin dan sadar. pasti dalam beberapa bulan, bahkan mungkin beberapa hari ke depan, gw bakal tertawa dan teriak dalam hati.
"Hahahaha. ngapain gw dulu nulis kayak begini!!"
terima kasih ya. terima kasih buat gigs, warung makan, restoran, kedai kopi, beberapa jam perbincangan telpon, dan sekitar tiga ribu pesan pendek yang mengisi tiga bulan terakhir. sekali lagi terima kasih. walaupun tidak berhasil membuka. ya kamu tahu sendiri membuka apa. tapi gw menikmati kok. menikmati sangat.
semoga kau sembuh (lagi), fikri.
[jogjakarta. 12 desember 2009. 05:40 PM. fikri]
Hingga saat ini menimbulkan tanya
Engkau dan aku menuju ruang hampa
Tak ada sesiapa hanya kita berdua
Kau belah dadaku, mengganti isinya
Dihisap pikiranku, memori terhapus
Terkunci mulutku, menjeritkan pahit...
Hingga kau belah rongga dadaku
Mengganti isinya dengan batu
Hingga kau kunci rapat mulutku
Engkau (dan aku) bumi dan langit
lagu efek rumah kaca yang bertenaga ini sudah diulang terus dalam aplikasi winamp gw. diulang terus. sudah empat jam lagu ini diulang terus dan masih akan berlanjut hingga gw bosan. bosan dalam keadaan kayak gini. kasihan si cholil. pasti tenggorokannya berdarah - darah sebentar lagi. hahaha. tertawa ironis lagi. ya ya ya.
dan janji tidak akan menulis tentang ironi menjadi bias. blur kalau bahasa fotografinya. apalah. dan gw emang sakit lagi. mudah - mudahan ini yang terakhir. tulisan ironi yang terakhir. sakit yang terakhir.
gw sadar. gw yakin. gw yakin dan sadar. pasti dalam beberapa bulan, bahkan mungkin beberapa hari ke depan, gw bakal tertawa dan teriak dalam hati.
"Hahahaha. ngapain gw dulu nulis kayak begini!!"
terima kasih ya. terima kasih buat gigs, warung makan, restoran, kedai kopi, beberapa jam perbincangan telpon, dan sekitar tiga ribu pesan pendek yang mengisi tiga bulan terakhir. sekali lagi terima kasih. walaupun tidak berhasil membuka. ya kamu tahu sendiri membuka apa. tapi gw menikmati kok. menikmati sangat.
semoga kau sembuh (lagi), fikri.
[jogjakarta. 12 desember 2009. 05:40 PM. fikri]
semoga...amien.
BalasHapushahaha. tengkyu adit.
BalasHapusfikri link blog ku diganti donk:
BalasHapuswww.luhkihertiarasani.tk
haha, tampaknya ada kegalauan yang belum aku tahu.
BalasHapuslekas sembuh wae lah nyuk.
hahaha kok jadi rame sih disini?
BalasHapushus hus hus
fikrinya sudah sembuh!
tetep aja, masa galau belum berakhir tampaknya.
BalasHapushaha
ga ada yang galau hanya sedikit don't feel alright kalo katanya mew. hahaha.
BalasHapushus hus hus pergi sana!
:ini lo pindahin dari diary yaa fik?
BalasHapuscurhat banget . hehhee
sekarang udah sembuh??